2 October 2017,
 1

Konflik dalam novel romance adalah kesulitan yang dihadapi kedua karakter yang berpotensi menghalangi mereka untuk bersama.

Saat membuat plot, tanyakan baik-baik pada dirimu: apa yang menyebabkan karakter utamamu susah jadian? Apa yang membuat mereka dekat tapi nggak cinta? Apa yang membuat mereka sering berantem? Apa risiko yang dihadapi oleh karaktermu kalau mereka bersatu? Kenapa kesulitan ini jadi begitu penting bagi mereka berdua? Sepenting apa masalah itu di mata pembaca?

 

Jadi…, konflik itu bukan hanya sekadar:

  1. Perang mulut, adu argumen karena nggak setuju
  2. Salah satu karakter menunda untuk melakukan/mengakui sesuatu
  3. Susah komunikasi satu sama lain
  4. Ada campur tangan orang lain yang menimbulkan masalah antara karakter utama
  5. Salah satu karakter munafik (enggan mengakui ketertarikannya)

 

Kamu juga harus bisa membedakan mana konflik yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, mana yang bisa diselesaikan dalam jangka panjang. Gampangnya, konflik bisa dibedakan jadi dua jenis: konflik level cerpen dan konflik level novel.

Konflik level cerpen biasanya memiliki solusi yang simpel dan cepat. Misalnya, konflik tentang cewek dan cowok yang terpaksa LDR. Penulis bisa langsung menyelesaikannya dengan dua kemungkinan solusi: satu, Kedua karakter akan berusaha memperjuangkan hubungan mereka meskipun terhalang lokasi, atau, dua, Mereka putus.

Nah, konflik level novel memiliki solusi panjang dan ribet karena ditambahkan dilema, kesulitan, dan insiden. Kamu bisa menggunakan konflik cerpen tadi dan membuatnya lebih rumit, misalnya:

  • Dilema: Dengan menambahkan fakta kalau salah satu karakter utama pernah LDR dan terbukti gagal karena si pacar ternyata nggak setia. Luka di masa lalu membuat si karakter utama pesimis hubungan LDR akan sukses, meskipun keduanya saling cinta.
  • Kesulitan: Kesibukan kedua karakter membuat komunikasi di antara mereka perlahan-lahan berkurang. Jarang telepon, jarang WhatsApp juga. Lama-lama, salah satu atau keduanya mulai bertanya-tanya, apakah hubungan LDR ini masih layak untuk dipertahankan.
  • Insiden: Pacarnya terlihat akrab dengan salah satu teman sekantor. Awalnya si karakter utama mencoba berpikir positif, yakin mereka tidak lebih dari sekadar hubungan profesional. Tapi ternyata si teman sekantor berpikir lain dan diam-diam melakukan pendekatan. Puncaknya, ketika si teman sekantor nembak, ada si karakter utama yang melihat (ceritanya, mau bikin kejutan dengan mengunjungi si pacar).

 

Kamu juga bisa menggunakan salah satu (atau malah ketiganya) sebagai alat untuk menyetir karaktermu bergerak sesuai keinginanmu.   

 

Oh iya, jangan lupa: konflikmu harus ada penyelesaiannya.

Banyak penulis pemula yang tergelincir di sini: berusaha keras membuat novel dengan konflik sekompleks dan serealistis mungkin, tapi menyelesaikan konfliknya terburu-buru sehingga akhir cerita terasa ‘kentang.’

Penulis model lain ada yang menyelesaikan novelnya dengan gaya deus ex machina: mulai dari yang hadehhh banget macam kecelakaan, karakternya ‘mendadak’ terserang penyakit, dan mati, sampai yang melibatkan external force: ada ‘karakter bijak’ yang menasehati supaya si karakter melakukan sesuatu atau berubah pikiran, atau tiba-tiba dapat bantuan (menang lotere untuk karakter yang kesulitan finansial, saingan dibuat sekolah ke luar negeri supaya kedua karakter utama bisa jadian, dan sebagainya).

THAT’S A NO-NO!

One response on “BELAJAR TENTANG KONFLIK NOVEL YUK! #ROROTEEN #TIPSMENULIS

  1. emilia says:

    Terimakasih infonya Roro!!! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *